JASA KONSULTAN PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY) PT DHARMA SATYA NUSANTARA TBK

JASA KONSULTAN PENYUSUNAN STUDI KELAYAKAN (FEASIBILITY STUDY) PT DHARMA SATYA NUSANTARA (DNS GROUP) TBK

Feasibility Study DNS Group

Definisi Studi Kelayakan (Feasibility Study) PT Dharma Satya Nusantara (DNS Group) Tbk

Feasibility Study DNS Group | Kami memiliki layanan unggulan yang menyediakan ahli atau konsultan untuk melakukan analisis menyeluruh terkait kelayakan suatu proyek atau investasi. Feasibility study atau studi kelayakan adalah suatu penilaian komprehensif yang mencakup berbagai aspek, seperti ekonomi, teknis, keuangan, hukum, sosial, dan lingkungan, untuk menilai apakah suatu proyek dapat dilaksanakan dengan sukses. Penyusunan feasibility study ini melibatkan tim ahli multidisiplin yang memiliki pengetahuan dan pengalaman dalam bidang-bidang tertentu yang relevan dengan proyek tersebut. Tujuan utama dari penyusunan feasibility study adalah memberikan informasi yang akurat dan terperinci kepada pemangku kepentingan, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang informasional dan berbasis fakta tentang kelanjutan atau penghentian proyek.

Dalam konteks Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study), tugas konsultan atau ahli biasanya mencakup:

  1. Pengumpulan Data: Mengumpulkan data yang diperlukan untuk analisis, termasuk data ekonomi, teknis, keuangan, dan lainnya.
  2. Analisis Mendalam: Melakukan analisis menyeluruh terkait aspek-aspek kritis proyek, seperti pasar, teknologi, dan keuangan.
  3. Pemodelan Keuangan: Membuat proyeksi keuangan yang akurat dan melakukan analisis pengembalian investasi.
  4. Evaluasi Risiko: Mengidentifikasi risiko-risiko potensial yang mungkin timbul selama pelaksanaan proyek dan menyusun strategi mitigasi.
  5. Penyusunan Laporan: Menyajikan hasil analisis dalam bentuk laporan lengkap dengan rekomendasi dan kesimpulan.

Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) menjadi penting karena membantu pihak-pihak terkait untuk memahami lebih baik potensi dan risiko suatu proyek, serta memastikan bahwa keputusan investasi didasarkan pada pemahaman yang menyeluruh dan analisis yang akurat.

Ingin menggunakan jasa konsultan untuk penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study)?

Silahkan kontak ke nomor +62 822-3333-3724 atau tekan tombol logo WhatsApps untuk mengajukan layanan konsultan.

Manfaat Studi Kelayakan (Feasibility Study) bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Studi kelayakan (Feasibility Study) adalah langkah penting dalam proses pengembangan proyek atau keputusan investasi untuk perusahaan seperti PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari melakukan studi kelayakan bagi perusahaan tersebut:

  1. Pengambilan Keputusan yang Terinformasi: Studi kelayakan menyediakan analisis mendalam tentang keberhasilan potensial suatu proyek atau investasi. Ini memungkinkan manajemen PT Dharma Satya Nusantara Tbk untuk membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi dan terukur.
  2. Pengurangan Risiko: Dengan mengevaluasi aspek-aspek seperti teknis, ekonomi, hukum, dan lingkungan, studi kelayakan membantu dalam mengidentifikasi risiko-risiko potensial yang mungkin dihadapi perusahaan. Ini memungkinkan perusahaan untuk merancang strategi mitigasi risiko yang sesuai.
  3. Validasi Konsep: Studi kelayakan membantu dalam memvalidasi konsep proyek atau investasi sebelum mengalokasikan sumber daya yang signifikan. Ini membantu memastikan bahwa ide atau konsep yang diusulkan memang layak untuk diteruskan.
  4. Pendanaan yang Lebih Mudah: Sebuah studi kelayakan yang komprehensif dapat meningkatkan kepercayaan investor, pemberi pinjaman, dan pemangku kepentingan lainnya terhadap proyek atau investasi yang diusulkan. Hal ini dapat mempermudah perusahaan dalam mendapatkan pendanaan yang diperlukan.
  5. Penentuan Skala Proyek yang Tepat: Studi kelayakan membantu dalam menentukan skala yang tepat untuk proyek tersebut. Ini termasuk menentukan ukuran, ruang lingkup, dan waktu yang diperlukan untuk melaksanakan proyek dengan efisien.
  6. Evaluasi Potensi Keuntungan: Dengan menganalisis potensi pendapatan dan biaya yang terkait dengan proyek atau investasi, studi kelayakan membantu dalam mengevaluasi potensi keuntungan yang dapat diperoleh oleh PT Dharma Satya Nusantara Tbk.
  7. Penilaian Alternatif: Studi kelayakan memungkinkan perusahaan untuk mengevaluasi beberapa alternatif proyek atau investasi dan memilih yang paling layak secara finansial dan operasional.
  8. Meningkatkan Efisiensi: Dengan mengidentifikasi kendala dan potensi penyimpangan dari rencana awal, studi kelayakan membantu dalam meningkatkan efisiensi pelaksanaan proyek atau investasi.
  9. Kepatuhan Regulasi: Studi kelayakan membantu perusahaan untuk memastikan bahwa proyek atau investasi tersebut mematuhi semua peraturan dan persyaratan hukum yang berlaku, mengurangi risiko pelanggaran hukum di masa mendatang.
  10. Pemahaman yang Lebih Baik tentang Pasar: Dengan melakukan analisis pasar yang mendalam, studi kelayakan memungkinkan perusahaan untuk memahami lebih baik pasar potensial, pesaing, dan tren industri, sehingga dapat merancang strategi yang lebih efektif.

Dengan memperhitungkan manfaat-manfaat ini, melakukan studi kelayakan dapat menjadi langkah yang sangat penting bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk dalam menjalankan proyek-proyeknya atau mengambil keputusan investasi yang strategis.

Komponen Penyusunan Feasibility Study DNS Group (Dharma Satya Nusantara) Tbk

Penyusunan studi kelayakan (Feasibility Study) untuk DNS Group (Dharma Satya Nusantara) Tbk akan melibatkan berbagai komponen yang mencakup analisis menyeluruh tentang keberhasilan dan kelayakan proyek atau investasi yang diusulkan. Berikut adalah beberapa komponen penting yang mungkin tercakup dalam studi kelayakan untuk DNS Group:

KOMPONEN KETERANGAN

Ringkasan Eksekutif

Penjelasan singkat tentang proyek, tujuan utama, dan kesimpulan dari studi kelayakan.

Latar Belakang Proyek

Konteks dan sejarah proyek. Alasan untuk melaksanakan proyek.

Analisis Pasar

Studi pasar yang mencakup ukuran pasar, pertumbuhan, dan tren. Profil pelanggan dan pesaing. Strategi pemasaran dan penjualan.

Analisis Teknis

Rincian teknis tentang cara proyek akan diimplementasikan. Evaluasi infrastruktur, teknologi, dan persyaratan teknis lainnya.

Analisis Keuangan

Proyeksi keuangan, termasuk estimasi biaya dan pendapatan. Pengembalian investasi (ROI) dan analisis pengembalian modal. Penilaian nilai sekarang bersih (NPV) dan tingkat pengembalian internal (IRR).

Analisis Risiko

Identifikasi risiko-risiko potensial yang mungkin dihadapi proyek. Strategi mitigasi risiko dan rencana cadangan.

Analisis Hukum dan Regulasi

Tinjauan hukum dan regulasi yang berhubungan dengan proyek. Kepatuhan dengan peraturan setempat dan internasional.

Analisis Sosial dan Lingkungan

Dampak sosial dan lingkungan yang mungkin timbul dari proyek. Kepatuhan dengan norma-norma lingkungan dan tanggung jawab sosial.

Jadwal Pelaksanaan

Rencana waktu untuk implementasi proyek. Pemilihan tahapan proyek dan jadwal pelaksanaan.

Pembiayaan dan Sumber Dana

Rencana pembiayaan proyek. Identifikasi sumber-sumber dana dan cara mengaksesnya.

Manajemen Proyek

Struktur organisasi proyek dan tugas-tugas tim manajemen. Rencana manajemen risiko dan mitigasi.

Rekomendasi dan Kesimpulan

Kesimpulan dari analisis kelayakan. Rekomendasi apakah proyek sebaiknya dilanjutkan atau tidak.

Lampiran

Data pendukung, perhitungan, dan dokumen-dokumen lain yang mendukung analisis feasibility study.

Setiap komponen ini penting untuk menyusun studi kelayakan yang komprehensif dan informatif bagi DNS Group (Dharma Satya Nusantara) Tbk, membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang terinformasi tentang proyek atau investasi yang diusulkan.

Tahapan Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Penyusunan studi kelayakan (feasibility study) adalah langkah penting dalam memutuskan apakah suatu proyek atau usaha layak untuk dilaksanakan atau tidak. Tahapan penyusunan studi kelayakan dapat bervariasi tergantung pada jenis proyek, skala proyek, dan kebutuhan perusahaan. Berikut adalah tahapan umum dalam penyusunan studi kelayakan untuk PT Dharma Satya Nusantara Tbk atau perusahaan lainnya:

  1. Identifikasi Masalah atau Peluang: Tahap awal adalah mengidentifikasi masalah yang ingin dipecahkan atau peluang bisnis yang ingin dimanfaatkan. Misalnya, perusahaan ingin memperluas lini produknya atau memasuki pasar baru.
  2. Studi Pasar: Melakukan analisis pasar untuk memahami permintaan pasar, pesaing, tren pasar, dan potensi pertumbuhan. Ini melibatkan pengumpulan data tentang ukuran pasar, perilaku konsumen, dan faktor-faktor eksternal lainnya yang dapat memengaruhi bisnis.
  3. Studi Teknis: Melakukan evaluasi teknis terhadap rencana proyek atau usaha yang akan dilakukan. Ini termasuk analisis kebutuhan peralatan, teknologi yang diperlukan, infrastruktur, lokasi, dan aspek teknis lainnya.
  4. Studi Keuangan: Melakukan analisis keuangan untuk menilai kelayakan finansial proyek atau usaha. Ini mencakup proyeksi pendapatan, biaya operasional, investasi awal, arus kas, dan analisis kelayakan keuangan lainnya seperti NPV (Net Present Value), IRR (Internal Rate of Return), dan payback period.
  5. Studi Manajemen: Mengevaluasi kemampuan manajemen perusahaan untuk melaksanakan proyek atau usaha yang direncanakan. Ini mencakup analisis keahlian tim manajemen, organisasi yang diperlukan, dan kemampuan manajemen risiko.
  6. Studi Lingkungan: Melakukan analisis dampak lingkungan dari proyek atau usaha yang direncanakan. Ini termasuk mempertimbangkan aspek lingkungan seperti dampak lingkungan, peraturan lingkungan yang berlaku, dan kepatuhan terhadap regulasi lingkungan.
  7. Penyusunan Laporan Studi Kelayakan: Menyusun laporan yang berisi semua temuan dari tahapan analisis sebelumnya. Laporan ini harus memberikan kesimpulan apakah proyek atau usaha layak untuk dilanjutkan atau tidak, serta rekomendasi terkait dengan langkah selanjutnya.

Setelah laporan studi kelayakan selesai disusun, manajemen PT Dharma Satya Nusantara Tbk akan melakukan evaluasi terhadap laporan tersebut dan memutuskan apakah akan melanjutkan proyek atau usaha yang direncanakan berdasarkan temuan dan rekomendasi dalam laporan tersebut.

Dampak Positif Studi Kelayakan (Feasibility Study) bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Studi kelayakan (feasibility study) dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk, termasuk:

Dengan demikian, studi kelayakan dapat memberikan kontribusi yang sangat positif bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk dalam memastikan kesuksesan proyek atau usaha yang direncanakan serta dalam meningkatkan kinerja dan daya saing perusahaan secara keseluruhan.

Dampak Jika Perusahaan Gagal Menerapkan Studi Kelayakan (Feasibility Study) PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Jika PT Dharma Satya Nusantara Tbk gagal menerapkan studi kelayakan sebelum melaksanakan proyek atau usaha baru, dapat timbul sejumlah dampak negatif yang signifikan, termasuk:

  1. Kerugian Finansial: Tanpa studi kelayakan yang memadai, perusahaan berisiko mengalami kerugian finansial yang besar. Tanpa pemahaman yang jelas tentang biaya, pendapatan, dan risiko proyek, perusahaan dapat menginvestasikan sumber daya yang signifikan dalam proyek yang akhirnya tidak menguntungkan atau bahkan menghasilkan kerugian.
  2. Risiko Kegagalan Proyek: Tanpa studi kelayakan yang komprehensif, perusahaan dapat menghadapi risiko yang lebih tinggi terkait dengan kegagalan proyek. Kegagalan dapat terjadi karena ketidakmampuan perusahaan untuk mengantisipasi dan mengatasi tantangan yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek.
  3. Kerusakan Reputasi: Kegagalan proyek yang dapat disebabkan oleh ketidaktahuan terhadap potensi risiko dan kendala dapat merusak reputasi PT Dharma Satya Nusantara Tbk di mata pelanggan, investor, dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini dapat mengurangi kepercayaan terhadap kemampuan perusahaan untuk mengelola proyek dengan baik di masa depan.
  4. Pemborosan Sumber Daya: Tanpa studi kelayakan yang tepat, perusahaan dapat memboroskan sumber daya yang berharga seperti waktu, uang, dan tenaga kerja dalam proyek yang tidak berhasil. Sumber daya ini kemudian tidak dapat dialokasikan untuk proyek lain yang mungkin lebih menguntungkan atau strategis bagi perusahaan.
  5. Tekanan Keuangan: Kegagalan proyek dapat menyebabkan tekanan keuangan yang signifikan bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk. Misalnya, jika proyek yang gagal telah memerlukan investasi besar, hal itu dapat mempengaruhi likuiditas dan stabilitas keuangan perusahaan secara keseluruhan.
  6. Kehilangan Peluang: Tanpa studi kelayakan yang memadai, perusahaan dapat kehilangan peluang untuk mengidentifikasi dan mengeksploitasi proyek atau usaha yang lebih menguntungkan atau strategis. Hal ini dapat menyebabkan perusahaan tertinggal di pasar atau kehilangan pangsa pasar yang potensial.

Dengan demikian, tidak menerapkan studi kelayakan sebelum melaksanakan proyek atau usaha baru dapat memiliki dampak yang serius dan merugikan bagi PT Dharma Satya Nusantara Tbk, baik secara finansial maupun operasional, serta dapat mengancam kelangsungan bisnis perusahaan secara keseluruhan.

Alat Analisis yang Digunakan Menyusun Studi Kelayakan (Feasibility Study) PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Dalam menyusun studi kelayakan (feasibility study) untuk PT Dharma Satya Nusantara Tbk, berbagai alat analisis digunakan untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengukur berbagai aspek yang relevan dengan proyek atau usaha yang direncanakan. Beberapa alat analisis yang umum digunakan dalam penyusunan studi kelayakan termasuk:

ANALISIS KETERANGAN

Analisis SWOT

Analisis SWOT (Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats) digunakan untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang dapat mempengaruhi proyek. Manfaatnya Memberikan pemahaman menyeluruh tentang faktor internal dan eksternal yang dapat memengaruhi keberhasilan proyek.

 Analisis PESTEL

Analisis PESTEL (Political, Economic, Social, Technological, Environmental, Legal) membantu dalam memahami faktor-faktor lingkungan eksternal yang dapat mempengaruhi proyek. Manfaatnya Mengidentifikasi faktor makro yang dapat memengaruhi kelayakan proyek.

Analisis Pasar

Melibatkan analisis ukuran pasar, tren, dan perilaku konsumen. Ini bisa mencakup analisis segmentasi pasar, analisis pesaing, dan penilaian permintaan. Manfaatnya Menilai potensi pasar dan strategi pemasaran yang diperlukan.

Analisis Teknis

Menilai kemampuan teknis proyek untuk diimplementasikan, termasuk infrastruktur, teknologi, dan metode kerja. Manfaatnya Menjamin kelayakan teknis dan keberhasilan implementasi proyek.

Analisis Keuangan

Menyusun proyeksi keuangan yang mencakup biaya investasi, biaya operasional, dan pendapatan yang diharapkan. Metode evaluasi keuangan seperti NPV, IRR, dan payback period juga digunakan. Manfaatnya Menilai kelayakan finansial dan potensi keuntungan proyek.

Analisis Risiko

Identifikasi, penilaian, dan mitigasi risiko yang mungkin terkait dengan proyek. Manfaatnya Mengurangi ketidakpastian dan mempersiapkan rencana untuk mengatasi risiko yang mungkin muncul.

 Analisis Manajemen

Menganalisis keahlian dan pengalaman tim manajemen yang terlibat dalam proyek. Manfaatnya Menilai kemampuan tim manajemen untuk mengelola proyek dengan sukses.

 Analisis Sensitivitas

Melibatkan pengujian sensitivitas terhadap perubahan dalam variabel-variabel kunci, seperti biaya, harga, dan volume penjualan. Manfaatnya Menilai seberapa sensitif hasil proyek terhadap perubahan kondisi pasar atau operasional.

Analisis Legal dan Regulatori

Menganalisis aspek hukum dan regulasi yang dapat mempengaruhi pelaksanaan proyek. Manfaatnya Memastikan kelayakan hukum proyek dan kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

 Analisis Kelayakan Sosial dan Lingkungan

Menilai dampak sosial dan lingkungan yang mungkin dihasilkan oleh proyek. Manfaatnya Memastikan bahwa proyek diimplementasikan secara bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Dengan menggunakan alat analisis ini secara komprehensif, perusahaan dapat menyusun studi kelayakan yang menyeluruh dan akurat, yang membantu dalam pengambilan keputusan yang tepat terkait dengan proyek atau usaha yang direncanakan.

Metode dan Kerangka Berpikir Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Dalam menyusun studi kelayakan (feasibility study) untuk PT Dharma Satya Nusantara Tbk, berikut adalah metode dan kerangka berpikir yang dapat digunakan:

Metode Penyusunan Feasibility Study:

1. Analisis Deskriptif:

  • Mengumpulkan informasi dan data mengenai proyek atau usaha yang akan dievaluasi.
  • Mendeskripsikan dengan detail karakteristik proyek, tujuan, dan latar belakangnya.

2. Analisis SWOT:

  • Mengidentifikasi kekuatan (Strengths), kelemahan (Weaknesses), peluang (Opportunities), dan ancaman (Threats) yang mungkin mempengaruhi proyek.
  • Memberikan gambaran menyeluruh tentang faktor internal dan eksternal yang relevan.

3. Analisis PESTEL:

  • Menganalisis faktor-faktor politik, ekonomi, sosial, teknologi, lingkungan, dan hukum yang dapat mempengaruhi proyek.
  • Membantu dalam memahami konteks makro lingkungan bisnis.

4. Analisis Pasar:

  • Menilai ukuran pasar, tren, dan potensi pertumbuhan.
  • Menggunakan teknik seperti analisis segmentasi pasar dan analisis pesaing.

5. Analisis Teknis:

  • Menilai kemampuan teknis proyek untuk diimplementasikan.
  • Menganalisis teknologi yang akan digunakan, infrastruktur yang dibutuhkan, dan aspek teknis lainnya.

6. Analisis Keuangan:

  • Menyusun proyeksi keuangan yang mencakup biaya investasi, biaya operasional, dan pendapatan yang diharapkan.
  • Menggunakan metode evaluasi keuangan seperti NPV, IRR, dan payback period.

7. Analisis Risiko:

  • Mengidentifikasi dan menilai risiko yang mungkin terkait dengan proyek.
  • Mengembangkan strategi mitigasi risiko untuk mengurangi dampak negatif.

8. Analisis Manajemen:

  • Menilai keterampilan dan pengalaman tim manajemen yang terlibat dalam proyek.
  • Menganalisis struktur organisasi dan proses manajemen.

9. Analisis Hukum dan Regulasi:

  • Menilai kesiapan proyek terhadap aspek hukum dan regulasi yang berlaku.
  • Menyusun rencana kepatuhan hukum dan perizinan yang diperlukan.

Kerangka Berpikir Penyusunan Feasibility Study:

  1. Pendahuluan: Menjelaskan latar belakang dan tujuan penyusunan feasibility study.
  2. Deskripsi Proyek: Mendeskripsikan proyek atau usaha yang akan dievaluasi.
  3. Analisis Lingkungan Eksternal: Melibatkan analisis PESTEL untuk memahami faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi proyek.
  4. Analisis Internal: Melakukan analisis SWOT untuk mengevaluasi faktor-faktor internal yang dapat memengaruhi keberhasilan proyek.
  5. Analisis Pasar: Menilai potensi pasar, permintaan, dan pesaing.
  6. Analisis Teknis: Menganalisis aspek teknis proyek dan memastikan kelayakan implementasi.
  7. Analisis Keuangan: Menyusun proyeksi keuangan dan melakukan evaluasi keuangan.
  8. Analisis Risiko: Mengidentifikasi dan mengevaluasi risiko yang mungkin terkait dengan proyek.
  9. Analisis Manajemen: Menganalisis kemampuan dan pengalaman tim manajemen.
  10. Analisis Hukum dan Regulasi: Menilai aspek hukum dan regulasi yang berkaitan dengan proyek.
  11. Rekomendasi dan Kesimpulan: Menyusun rekomendasi berdasarkan hasil analisis dan merumuskan kesimpulan.
  12. Ringkasan Eksekutif: Memberikan ringkasan singkat dari seluruh feasibility study.
  13. Dokumentasi dan Presentasi: Menyusun dokumen feasibility study dan menyajikannya dalam bentuk presentasi kepada pemangku kepentingan.

Penting untuk menyesuaikan kerangka berpikir dan metode dengan kebutuhan spesifik proyek atau usaha yang dievaluasi. Hal ini akan memastikan bahwa penyusunan feasibility study dilakukan dengan akurat dan memberikan hasil yang relevan.

Lama Waktu Penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study) PT Dharma Satya Nusantara Tbk

Faktor-faktor yang mempengaruhi lama waktu penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study):

  1. Ukuran dan Kompleksitas Proyek: Proyek yang lebih besar atau lebih kompleks biasanya membutuhkan lebih banyak waktu untuk analisis dan evaluasi. Sebuah proyek yang melibatkan banyak variabel dan aspek akan membutuhkan waktu lebih lama daripada proyek yang lebih sederhana.
  2. Ketersediaan Data dan Informasi: Ketersediaan data yang diperlukan untuk analisis dapat mempengaruhi waktu pengerjaan. Jika data harus dikumpulkan atau jika informasi yang diperlukan tidak mudah diakses, ini bisa memperpanjang proses.
  3. Keterlibatan Pihak-Pihak Terkait: Keterlibatan dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti tim manajemen, ahli teknis, dan pemangku kepentingan lainnya, dapat memengaruhi kecepatan penyusunan feasibility study. Proses koordinasi yang baik dapat mempercepat pengerjaan.
  4. Kualitas Pekerjaan Tim Penyusun: Kemampuan dan pengalaman tim penyusun feasibility study juga memainkan peran penting dalam menentukan seberapa cepat feasibility study dapat diselesaikan. Tim yang terampil dan berpengalaman mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih efisien.
  5. Kemampuan Keuangan Perusahaan: Kemampuan finansial perusahaan untuk menyediakan sumber daya, termasuk anggaran dan personel yang diperlukan, dapat memengaruhi tempo pengerjaan. Sumber daya yang memadai dapat mempercepat proses.
  6. Ketepatan Waktu Pengambilan Keputusan: Kecepatan dalam pengambilan keputusan oleh pihak manajemen dan pemangku kepentingan lainnya dapat memengaruhi jalannya proyek. Setiap keterlambatan dalam pengambilan keputusan dapat memperlambat progres.

Secara umum, penyusunan feasibility study dapat memakan waktu beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada faktor-faktor di atas. Dalam beberapa kasus, mungkin juga diperlukan iterasi atau revisi untuk memastikan bahwa feasibility study mencerminkan dengan baik kondisi aktual dan proyeksi ke depan. Penting untuk mengalokasikan waktu yang memadai untuk menyusun feasibility study dengan cermat, karena hasilnya dapat memiliki dampak besar pada keberhasilan proyek di masa depan.

Ingin menggunakan jasa konsultan untuk penyusunan Studi Kelayakan (Feasibility Study)?

Silahkan kontak ke nomor +62 822-3333-3724 atau tekan tombol logo WhatsApps untuk mengajukan layanan konsultan.